<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>jualan di marketplace Archives - chat commerce untuk seller marketplace</title>
	<atom:link href="https://www.dichat.net/news/tag/jualan-di-marketplace/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.dichat.net/news/tag/jualan-di-marketplace/</link>
	<description>Tumbuh Bisnisnya, Bukan Biayanya.</description>
	<lastBuildDate>Sat, 31 Oct 2026 09:35:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://www.dichat.net/news/wp-content/uploads/2026/05/cropped-dichat-og-32x32.png</url>
	<title>jualan di marketplace Archives - chat commerce untuk seller marketplace</title>
	<link>https://www.dichat.net/news/tag/jualan-di-marketplace/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Alternatif Marketplace untuk Seller Beromzet Besar</title>
		<link>https://www.dichat.net/news/platform-jualan-online-selain-marketplace/</link>
					<comments>https://www.dichat.net/news/platform-jualan-online-selain-marketplace/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Marshal]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Nov 2026 01:49:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Business & Trends]]></category>
		<category><![CDATA[WhatsApp Commerce]]></category>
		<category><![CDATA[alternatif marketplace]]></category>
		<category><![CDATA[alternatif marketplace untuk seller besar]]></category>
		<category><![CDATA[biaya admin marketplace]]></category>
		<category><![CDATA[jualan di marketplace]]></category>
		<category><![CDATA[jualan tanpa marketplace]]></category>
		<category><![CDATA[whatsapp commerce]]></category>
		<category><![CDATA[whatsapp untuk toko]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.dichat.net/news/?p=3894</guid>

					<description><![CDATA[<p>Platform jualan online di Indonesia tidak hanya marketplace. Bagi seller beromzet besar, memilih platform jualan online selain marketplace kini jadi pertimbangan serius, terutama karena biaya berbasis persentase ikut naik setiap kali omzet naik. Pemerintah memang mewajibkan marketplace memberi diskon biaya layanan 50 persen pada Juni 2026. Namun, diskon ini hanya berlaku bagi usaha mikro dan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://www.dichat.net/news/platform-jualan-online-selain-marketplace/">Alternatif Marketplace untuk Seller Beromzet Besar</a> appeared first on <a href="https://www.dichat.net/news">chat commerce untuk seller marketplace</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Platform jualan online di Indonesia tidak hanya marketplace. Bagi seller beromzet besar, memilih platform jualan online selain marketplace kini jadi pertimbangan serius, terutama karena biaya berbasis persentase ikut naik setiap kali omzet naik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pemerintah memang mewajibkan marketplace memberi diskon biaya layanan 50 persen pada Juni 2026. Namun, diskon ini hanya berlaku bagi usaha mikro dan kecil yang terverifikasi. Usaha kecil berarti penjualan tahunan maksimal Rp15 miliar. Artinya, seller dengan omzet di atas angka tersebut tetap membayar tarif normal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Artikel ini tidak mengajak Anda meninggalkan marketplace. Kami membahas platform jualan online lain yang bisa mengambil sebagian porsi penjualan, berikut kelebihan dan batasan setiap pilihan.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Kenapa Seller Besar Mulai Mencari Platform Lain</h2>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1000" height="1000" src="https://www.dichat.net/news/wp-content/uploads/2026/10/biaya-admin-marketplace-seller-besar.webp" alt="Ilustrasi biaya administrasi marketplace yang ikut naik saat omzet seller besar bertambah" class="wp-image-3941" srcset="https://www.dichat.net/news/wp-content/uploads/2026/10/biaya-admin-marketplace-seller-besar.webp 1000w, https://www.dichat.net/news/wp-content/uploads/2026/10/biaya-admin-marketplace-seller-besar-300x300.webp 300w, https://www.dichat.net/news/wp-content/uploads/2026/10/biaya-admin-marketplace-seller-besar-150x150.webp 150w, https://www.dichat.net/news/wp-content/uploads/2026/10/biaya-admin-marketplace-seller-besar-768x768.webp 768w, https://www.dichat.net/news/wp-content/uploads/2026/10/biaya-admin-marketplace-seller-besar-696x696.webp 696w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /><figcaption class="wp-element-caption">Persentase kecil bisa jadi ratusan juta rupiah saat omzet sudah besar.</figcaption></figure>
</div>


<p class="wp-block-paragraph">Bisnis.com melaporkan salah satu marketplace terbesar menetapkan biaya administrasi tertinggi 10 persen untuk kategori FMCG dan kebutuhan harian mulai Januari 2026. Toko juga masih menanggung biaya proses pesanan Rp1.250 per transaksi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai gambaran, toko FMCG dengan omzet Rp2 miliar per bulan di kategori tersebut membayar biaya administrasi sekitar Rp200 juta per bulan. Angka ini belum termasuk biaya proses, program promosi, dan iklan. Dalam setahun, biayanya setara Rp2,4 miliar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal ini menunjukkan bahwa persentase kecil bisa terasa besar di skala besar. Masalahnya juga bukan hanya soal besarnya biaya. Biaya berbasis persentase ikut naik setiap kali omzet naik. Semakin sukses toko Anda, semakin besar porsi yang Anda bayar ke platform.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain biaya, BPS dalam publikasi Cerita Data Statistik untuk Indonesia edisi September 2025 mencatat risiko lain dari marketplace, seperti akses data pelanggan yang terbatas dan delisting sepihak. Pembahasan lengkap soal untung rugi ini ada di artikel <a href="https://www.dichat.net/news/berjualan-di-marketplace-untung-rugi-yang-perlu-dipertimbangkan/">Berjualan di Marketplace, Untung Rugi yang Perlu Dipertimbangkan</a>.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Pilihan Platform Jualan Online Selain Marketplace</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Setiap kanal punya kelebihan dan batasan. Berikut lima pilihan yang layak seller besar pertimbangkan.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Kanal WhatsApp Milik Sendiri</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Lewat WhatsApp Business API, toko bisa menjalankan katalog, keranjang, pembayaran, dan notifikasi pesanan langsung di dalam chat. Biayanya mengikuti jumlah pesan, bukan persentase nilai transaksi. Pesanan Rp200.000 dan pesanan Rp2.000.000 memakai jumlah pesan yang kurang lebih sama.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Kelebihan.</strong> Data pelanggan tersimpan di sistem toko, sehingga kanal ini cocok untuk pelanggan berulang dan program repeat order.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Batasan.</strong> Toko harus mendatangkan pelanggan sendiri, karena WhatsApp tidak punya lalu lintas pembeli bawaan seperti marketplace.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penjelasan dasarnya ada di artikel <a href="https://www.dichat.net/news/apa-itu-whatsapp-business-api/">apa itu WhatsApp Business API</a>, sedangkan keuntungannya untuk toko kami bahas di artikel <a href="https://www.dichat.net/news/manfaat-whatsapp-business-api/">manfaat WhatsApp Business API untuk toko online</a>.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Website Toko Sendiri</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Website memberi kendali penuh atas tampilan brand, harga, dan promo. Kanal ini cocok untuk brand dengan banyak produk dan strategi konten yang kuat.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Kelebihan.</strong> Brand punya aset digital sendiri yang tidak bergantung pada aturan platform lain.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Batasan.</strong> Toko butuh waktu dan biaya untuk mendatangkan pengunjung lewat SEO atau iklan. Toko juga perlu mengurus hosting dan sistem pembayaran sendiri.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Penjualan Langsung ke Reseller dan Agen</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Seller FMCG beromzet besar biasanya punya jaringan reseller, agen, atau toko kelontong. Melayani mereka langsung lewat WhatsApp dengan katalog harga grosir membuat transaksi bernilai besar tidak lagi terkena potongan persentase marketplace.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Kelebihan.</strong> Nilai transaksi per pesanan besar, dan pembeliannya cenderung rutin.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Batasan.</strong> Toko butuh tim sales dan sistem pencatatan piutang yang rapi, karena pembeli grosir sering meminta tempo pembayaran.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Cara menjaga stok dan chat tetap rapi saat pesanan grosir masuk lewat WhatsApp kami bahas di artikel <a href="https://www.dichat.net/news/whatsapp-commerce-channel-jualan-tanpa-ribet/">Jualan di WhatsApp Tanpa Kehilangan Kendali Stok dan Chat</a>.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Platform Quick Commerce dan Mitra Ritel Digital</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Bisnis.com pada Mei 2026 mencatat seorang seller senior memindahkan operasionalnya ke platform quick commerce dan WhatsApp setelah menutup sementara tokonya di marketplace. Kanal seperti ini menjangkau pembeli yang butuh barang dalam waktu cepat.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Kelebihan.</strong> Toko bisa menjangkau pembeli di sekitar lokasi gudang atau toko fisik.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Batasan.</strong> Toko tetap bergantung pada aturan dan biaya platform mitra, sehingga masalah ketergantungan tidak sepenuhnya hilang.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Marketplace dengan Peran yang Lebih Sempit</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Pilihan terakhir justru tetap memakai marketplace, tapi dengan tugas yang berbeda. BPS mencatat usaha yang memakai marketplace meraih pendapatan lebih tinggi. Karena itu, marketplace tetap berguna sebagai etalase untuk menjangkau pembeli baru.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah pembeli belanja untuk pertama kali, arahkan pembelian berikutnya ke kanal milik toko. Dengan cara ini, toko tetap mendapat pembeli baru dari marketplace, sementara pembelian ulang tidak lagi terkena potongan persentase.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Perbandingan Platform Jualan Online untuk Seller Besar</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Tabel berikut merangkum perbedaan setiap platform jualan online dari sisi kendali data, struktur biaya, dan kebutuhan tim.</p>



<figure class="wp-block-table"><table class="has-fixed-layout"><thead><tr><th>Kanal</th><th>Kendali data</th><th>Struktur biaya</th><th>Kebutuhan tim</th></tr></thead><tbody><tr><td>WhatsApp milik sendiri</td><td>Penuh</td><td>Per pesan dan langganan platform</td><td>Admin dan CS</td></tr><tr><td>Website sendiri</td><td>Penuh</td><td>Hosting, pembayaran, dan iklan</td><td>Tim digital dan konten</td></tr><tr><td>Reseller dan agen</td><td>Penuh</td><td>Biaya operasional sales</td><td>Tim sales</td></tr><tr><td>Quick commerce</td><td>Terbatas</td><td>Mengikuti mitra</td><td>Tim operasional</td></tr><tr><td>Marketplace</td><td>Terbatas</td><td>Persentase per transaksi</td><td>Admin toko dan iklan</td></tr></tbody></table></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Dari tabel tersebut, kanal milik sendiri memberi kendali data penuh, tapi menuntut tim yang lebih siap. Sebaliknya, marketplace dan quick commerce lebih praktis, tapi kendali data dan biayanya tetap berada di tangan platform.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Cara Memilih Platform Jualan Online yang Tepat</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Tidak ada satu platform jualan online yang cocok untuk semua toko. Sebelum memutuskan, cek tiga hal berikut.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Pola belanja pelanggan.</strong> Jika sebagian besar omzet datang dari pelanggan berulang, kanal milik sendiri seperti WhatsApp memberi hasil paling cepat. Pelanggan ini sudah percaya pada toko, sehingga toko tidak perlu banyak biaya untuk mengajak mereka belanja lagi.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Kesiapan tim.</strong> Website butuh tim konten dan iklan, sedangkan penjualan ke reseller butuh tim sales. Pilih kanal yang sesuai dengan tim yang sudah ada, lalu tambah kanal lain saat tim sudah siap.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Struktur biaya.</strong> Hitung biaya setiap kanal dalam persentase omzet. Kanal dengan biaya tetap atau biaya per pesan biasanya makin hemat saat omzet naik, sementara kanal dengan potongan persentase justru makin mahal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah tiga hal ini jelas, toko bisa menentukan platform mana yang jadi prioritas pertama dan mana yang cukup jadi pelengkap.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Cara Membagi Porsi Penjualan</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Jangan memindahkan semuanya sekaligus. Mulai dengan target sederhana, misalnya memindahkan 10 sampai 20 persen omzet dari pelanggan berulang ke kanal sendiri dalam enam bulan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, ukur margin di setiap platform jualan online setiap bulan. Jika margin kanal sendiri lebih baik dan operasional sudah stabil, naikkan porsinya secara bertahap.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ada satu hal lagi yang perlu Anda ingat. Sejak 1 Oktober 2026, marketplace memungut PPh Pasal 22 sebesar 0,5 persen dari omzet pedagang. DJP menegaskan aturan ini bukan pajak baru, sehingga kewajiban pajak tetap sama di kanal mana pun Anda berjualan. Dengan kata lain, pindah kanal adalah soal biaya platform dan kendali data, bukan soal pajak.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Dicommerce, Platform Jualan Online dengan Biaya Tetap</h2>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="1000" height="1000" src="https://www.dichat.net/news/wp-content/uploads/2026/10/dicommerce-platform-jualan-online-biaya-tetap.webp" alt="Dicommerce sebagai platform jualan online lewat WhatsApp dengan biaya langganan tetap untuk seller besar" class="wp-image-3942" srcset="https://www.dichat.net/news/wp-content/uploads/2026/10/dicommerce-platform-jualan-online-biaya-tetap.webp 1000w, https://www.dichat.net/news/wp-content/uploads/2026/10/dicommerce-platform-jualan-online-biaya-tetap-300x300.webp 300w, https://www.dichat.net/news/wp-content/uploads/2026/10/dicommerce-platform-jualan-online-biaya-tetap-150x150.webp 150w, https://www.dichat.net/news/wp-content/uploads/2026/10/dicommerce-platform-jualan-online-biaya-tetap-768x768.webp 768w, https://www.dichat.net/news/wp-content/uploads/2026/10/dicommerce-platform-jualan-online-biaya-tetap-696x696.webp 696w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /><figcaption class="wp-element-caption">Katalog, checkout, pembayaran, dan resi dalam satu chat, dengan biaya langganan tetap.</figcaption></figure>
</div>


<p class="wp-block-paragraph">Sebagai Official WhatsApp Business Partner di Indonesia, Dichat menghadirkan <a href="https://www.dichat.net/products/dicommerce">Dicommerce</a> untuk seller beromzet besar yang ingin berjualan lewat WhatsApp. Pelanggan bisa melihat katalog, checkout, membayar, dan menerima resi tanpa keluar dari chat. Di sisi toko, pesanan, stok, dan pembayaran tercatat dalam satu sistem.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dicommerce juga mendukung kebutuhan seller besar, seperti harga khusus per reseller atau wilayah, pesanan grosir, dan pesanan dari banyak cabang yang masuk ke satu sistem. Toko cukup membayar langganan tetap, tanpa potongan per transaksi yang ikut naik bersama omzet.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mari mulai bangun platform jualan online milik sendiri, tanpa harus meninggalkan marketplace. Tim kami siap membantu menghitung kebutuhan toko Anda lewat <a href="https://www.dichat.net/trial">halaman trial Dichat</a>. Tumbuh Bisnisnya, Bukan Biayanya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Pertanyaan yang Sering Ditanyakan</h2>



<div class="schema-faq wp-block-yoast-faq-block"><div class="schema-faq-section" id="faq-question-1793439130525"><strong class="schema-faq-question"><strong>Kenapa seller perlu kanal penjualan di luar marketplace?</strong></strong> <p class="schema-faq-answer">Marketplace bisa mengubah biaya dan aturan kapan saja, misalnya kenaikan biaya administrasi kategori FMCG menjadi 10 persen di salah satu marketplace besar mulai Januari 2026. BPS juga mencatat risiko lain seperti akses data pelanggan yang terbatas dan delisting sepihak. Kanal sendiri memberi Anda kendali atas biaya dan data.</p> </div> <div class="schema-faq-section" id="faq-question-1793439131356"><strong class="schema-faq-question"><strong>Apakah pindah ke WhatsApp berarti harus berhenti berjualan di marketplace?</strong></strong> <p class="schema-faq-answer">Tidak harus. BPS mencatat usaha yang memakai marketplace meraih pendapatan lebih tinggi. Strategi yang lebih aman adalah memakai marketplace untuk menjangkau pembeli baru, lalu melayani pelanggan setia dan repeat order lewat WhatsApp.</p> </div> <div class="schema-faq-section" id="faq-question-1793439117438"><strong class="schema-faq-question"><strong>Apakah berjualan lewat WhatsApp membuat toko bebas pajak?</strong></strong> <p class="schema-faq-answer">Tidak. Sejak 1 Oktober 2026, empat marketplace yang ditunjuk DJP memungut PPh Pasal 22 sebesar 0,5 persen dari omzet pedagang. DJP menegaskan aturan ini hanya mengatur cara pemungutan, bukan pajak baru. Pedagang dengan omzet sampai Rp500 juta per tahun bisa bebas pungutan dengan menyerahkan surat pernyataan. Kewajiban pajak atas penghasilan toko tetap berlaku di kanal mana pun Anda berjualan.</p> </div> <div class="schema-faq-section" id="faq-question-1793439187454"><strong class="schema-faq-question"><strong>Siapa yang mendapat diskon 50 persen biaya layanan marketplace?</strong></strong> <p class="schema-faq-answer">Permen UMKM Nomor 3 Tahun 2026 mewajibkan marketplace memberi potongan biaya layanan minimal 50 persen bagi usaha mikro dan kecil yang hanya menjual produk dalam negeri. Seller harus mendaftar dan lolos verifikasi lewat SAPA UMKM lebih dulu. Usaha kecil berarti penjualan tahunan maksimal Rp15 miliar, jadi seller menengah dan besar tidak termasuk.</p> </div> </div>
<p>The post <a href="https://www.dichat.net/news/platform-jualan-online-selain-marketplace/">Alternatif Marketplace untuk Seller Beromzet Besar</a> appeared first on <a href="https://www.dichat.net/news">chat commerce untuk seller marketplace</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.dichat.net/news/platform-jualan-online-selain-marketplace/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cara Pindah dari Marketplace ke WhatsApp Tanpa Kehilangan Pelanggan</title>
		<link>https://www.dichat.net/news/cara-jualan-online-di-wa/</link>
					<comments>https://www.dichat.net/news/cara-jualan-online-di-wa/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Marshal]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 01 Nov 2026 02:27:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[tips & Tricks]]></category>
		<category><![CDATA[WhatsApp Commerce]]></category>
		<category><![CDATA[cara pindah dari marketplace ke whatsapp]]></category>
		<category><![CDATA[jualan di marketplace]]></category>
		<category><![CDATA[jualan lewat whatsapp]]></category>
		<category><![CDATA[whatsapp commerce]]></category>
		<category><![CDATA[whatsapp untuk toko]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.dichat.net/news/?p=3886</guid>

					<description><![CDATA[<p>Cara jualan online di WA kini jadi pilihan banyak pemilik toko yang ingin mengurangi ketergantungan pada marketplace. Alasannya jelas. Ketika satu platform mengubah aturan atau berhenti beroperasi, toko yang hanya berjualan di sana ikut terguncang. Contohnya terjadi pada 4 Oktober 2023, saat salah satu platform social commerce terbesar menutup layanan belanjanya di Indonesia. Bisnis.com mewawancarai [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://www.dichat.net/news/cara-jualan-online-di-wa/">Cara Pindah dari Marketplace ke WhatsApp Tanpa Kehilangan Pelanggan</a> appeared first on <a href="https://www.dichat.net/news">chat commerce untuk seller marketplace</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Cara jualan online di WA kini jadi pilihan banyak pemilik toko yang ingin mengurangi ketergantungan pada marketplace. Alasannya jelas. Ketika satu platform mengubah aturan atau berhenti beroperasi, toko yang hanya berjualan di sana ikut terguncang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Contohnya terjadi pada 4 Oktober 2023, saat salah satu platform social commerce terbesar menutup layanan belanjanya di Indonesia. <a href="https://teknologi.bisnis.com/read/20231004/266/1701035/tiktok-shop-resmi-ditutup-seller-pendapatan-bisa-turun-90-persen" target="_blank" rel="noopener">Bisnis.com</a> mewawancarai seorang seller fesyen yang hampir seluruh penjualannya ada di platform tersebut. Ia memperkirakan pendapatannya bisa turun 80 sampai 90 persen. Sementara itu, seller lain yang juga berjualan di marketplace lain dan toko offline hanya kehilangan sekitar 20 persen omzet.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Artinya, risiko terbesar bukan ada pada marketplace itu sendiri, tapi pada ketergantungan terhadap satu kanal. Karena itu, artikel ini membahas cara pindah dari marketplace ke WhatsApp secara bertahap, tanpa kehilangan pelanggan yang sudah toko bangun selama ini.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Pindah Bukan Berarti Meninggalkan Marketplace</h2>



<p class="wp-block-paragraph">BPS dalam publikasi Cerita Data Statistik untuk Indonesia edisi September 2025 mencatat usaha yang memakai marketplace meraih pendapatan lebih tinggi. Hal ini menunjukkan marketplace tetap berguna, terutama untuk menjangkau pembeli baru yang belum mengenal brand Anda.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Yang perlu Anda pindahkan adalah pelanggan yang sudah percaya. Mereka membeli berulang, dan setiap pembelian ulang di marketplace tetap terkena biaya administrasi. Bisnis.com melaporkan salah satu marketplace terbesar menaikkan biaya administrasi kategori FMCG hingga 10 persen mulai Januari 2026. Untuk pelanggan setia, biaya ini sebenarnya bisa toko hindari lewat kanal sendiri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pertimbangan lengkap soal untung rugi berjualan di marketplace ada di artikel <a href="https://www.dichat.net/news/berjualan-di-marketplace-untung-rugi-yang-perlu-dipertimbangkan/">Berjualan di Marketplace, Untung Rugi yang Perlu Dipertimbangkan</a>.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Pilih Pelanggan yang Paling Layak Pindah</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Tidak semua pembeli perlu pindah ke WhatsApp. Fokus pada tiga kelompok berikut.</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Pembeli berulang.</strong> Pelanggan yang membeli lebih dari dua kali dalam tiga bulan terakhir. Mereka sudah percaya pada produk dan pelayanan toko.</li>



<li><strong>Pembeli grosir atau reseller.</strong> Mereka biasanya membeli dalam jumlah besar dan butuh komunikasi langsung untuk negosiasi harga.</li>



<li><strong>Pembeli produk habis pakai.</strong> Untuk FMCG, pelanggan yang rutin membeli sabun, minuman, atau kebutuhan dapur punya pola beli yang mudah toko tebak. Pola ini cocok untuk pengingat stok lewat WhatsApp.</li>
</ul>



<h2 class="wp-block-heading">Siapkan WhatsApp Toko, Langkah Awal Cara Jualan Online di WA</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Langkah awal cara jualan online di WA adalah menyiapkan WhatsApp toko sebelum mengajak pelanggan pindah. Sebelum mengumumkan apa pun, pastikan empat hal berikut sudah berjalan.</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Profil bisnis yang lengkap.</strong> Cantumkan nama toko, alamat, jam buka, dan tautan katalog. Profil yang lengkap membuat pelanggan yakin mereka menghubungi toko yang benar.</li>



<li><strong>Katalog produk yang akurat.</strong> Harga dan stok di katalog harus sama dengan kondisi gudang. Pelanggan yang menemukan stok ternyata kosong biasanya kembali ke marketplace dan sulit toko ajak lagi.</li>



<li><strong>Cara bayar yang mudah.</strong> Sediakan QRIS atau Virtual Account, sehingga pelanggan tidak perlu transfer manual lalu mengirim bukti pembayaran.</li>



<li><strong>Balasan yang cepat.</strong> Siapkan balasan cepat untuk pertanyaan rutin seperti ongkir, stok, dan cara pesan.</li>
</ul>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk toko kecil, WhatsApp Business App sudah cukup untuk memulai. Jika chat mulai ramai dan admin bertambah, pertimbangkan WhatsApp Business API. Perbedaan keduanya kami bahas di artikel <a href="https://www.dichat.net/news/whatsapp-business-app-vs-api/">WhatsApp Business App vs WhatsApp Business API</a>, sedangkan penjelasan dasarnya ada di artikel <a href="https://www.dichat.net/news/apa-itu-whatsapp-business-api/">apa itu WhatsApp Business API</a>.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Beri Pelanggan Alasan yang Masuk Akal</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Pelanggan tidak akan pindah hanya karena toko memintanya. Mereka butuh alasan yang menguntungkan mereka.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://teknologi.bisnis.com/read/20260521/266/1975364/biaya-wajib-seller-tiktok-shop-vs-shopee-siapa-paling-banyak" target="_blank" rel="noopener">Bisnis.com</a> melaporkan sebuah toko produk organik yang pamit dari marketplace dan mengarahkan pelanggannya ke pesanan WhatsApp dengan ekstra diskon 10 persen. Logikanya sederhana. Sebagian biaya administrasi yang tidak lagi toko bayar ke platform bisa kembali ke pelanggan dalam bentuk harga yang lebih baik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain diskon, beberapa alasan lain yang sering berhasil antara lain sebagai berikut.</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Akses lebih dulu ke produk baru.</strong> Pelanggan WhatsApp mendapat info stok baru sebelum produk tayang di marketplace.</li>



<li><strong>Gratis ongkir untuk pembelian ulang.</strong> Biaya ini bisa toko ambil dari selisih biaya administrasi yang tidak lagi toko bayar.</li>



<li><strong>Pesan lebih cepat.</strong> Pelanggan cukup chat, tanpa membuka aplikasi lain dan tanpa membuat akun.</li>
</ul>



<h2 class="wp-block-heading">Kenalkan Nomor WhatsApp Toko ke Pelanggan</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah WhatsApp siap dan alasannya jelas, langkah berikutnya dalam cara jualan online di WA adalah memberi tahu pelanggan nomor WhatsApp toko. Berikut tiga tempat yang paling mudah untuk melakukannya.</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Kartu di dalam paket.</strong> Sisipkan kartu terima kasih dengan kode QR yang mengarah ke tautan WhatsApp toko. Pelanggan menerimanya tepat saat mereka senang karena paket datang.</li>



<li><strong>Iklan Click to WhatsApp.</strong> Iklan di Facebook dan Instagram bisa langsung membuka chat dengan toko, sehingga calon pembeli tidak perlu mencari nomor secara manual.</li>



<li><strong>Media sosial dan bio toko.</strong> Cantumkan tautan WhatsApp di profil Instagram dan media sosial lain milik toko.</li>
</ul>



<p class="wp-block-paragraph">Satu hal yang perlu Anda perhatikan. Sebelum mencantumkan nomor WhatsApp di kemasan atau chat marketplace, baca dulu aturan penjual di platform tersebut. Setiap marketplace punya ketentuan yang berbeda, dan pelanggaran bisa berujung sanksi pada akun toko.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Jaga Pengalaman Pelanggan di Minggu Pertama</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Minggu pertama menentukan apakah pelanggan bertahan atau kembali ke marketplace. Karena itu, balas chat dengan cepat, kirim konfirmasi pesanan otomatis, dan beri nomor resi tanpa pelanggan harus bertanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hindari langsung mengirim broadcast promo setiap hari. Meta memantau kualitas pesan setiap nomor bisnis. Jika banyak pelanggan memblokir nomor toko, batas pengiriman pesan bisa tertahan dan toko sulit menjangkau pelanggan lain. Kirim promo hanya ke pelanggan yang memang relevan dengan produknya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Panduan soal menjaga stok dan chat tetap rapi ada di artikel <a href="https://www.dichat.net/news/whatsapp-commerce-channel-jualan-tanpa-ribet/">Jualan di WhatsApp Tanpa Kehilangan Kendali Stok dan Chat</a>.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Ukur Hasil Cara Jualan Online di WA Setiap Bulan</h2>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="1000" height="1000" src="https://www.dichat.net/news/wp-content/uploads/2026/10/cara-jualan-online-di-wa-siapkan-katalog.webp" alt="Langkah awal cara jualan online di WA dengan profil bisnis lengkap, katalog produk, dan pembayaran QRIS" class="wp-image-3936" srcset="https://www.dichat.net/news/wp-content/uploads/2026/10/cara-jualan-online-di-wa-siapkan-katalog.webp 1000w, https://www.dichat.net/news/wp-content/uploads/2026/10/cara-jualan-online-di-wa-siapkan-katalog-300x300.webp 300w, https://www.dichat.net/news/wp-content/uploads/2026/10/cara-jualan-online-di-wa-siapkan-katalog-150x150.webp 150w, https://www.dichat.net/news/wp-content/uploads/2026/10/cara-jualan-online-di-wa-siapkan-katalog-768x768.webp 768w, https://www.dichat.net/news/wp-content/uploads/2026/10/cara-jualan-online-di-wa-siapkan-katalog-696x696.webp 696w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /><figcaption class="wp-element-caption">Siapkan profil, katalog, dan cara bayar sebelum mengajak pelanggan pindah.</figcaption></figure>
</div>


<p class="wp-block-paragraph">Pindah tanpa mengukur hasil sama saja dengan menebak. Pantau tiga angka sederhana berikut.</p>



<ol class="wp-block-list">
<li>Jumlah pelanggan yang pertama kali memesan lewat WhatsApp.</li>



<li>Persentase pelanggan WhatsApp yang membeli lagi dalam 30 hari.</li>



<li>Selisih margin antara pesanan WhatsApp dan pesanan marketplace.</li>
</ol>



<p class="wp-block-paragraph">Jika angka kedua dan ketiga naik, strategi Anda berjalan. Jika tidak, cek lagi alasan yang toko tawarkan di tahap keempat.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Cara Jualan Online di WA Bersama Dicommerce</h2>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="1000" height="1000" src="https://www.dichat.net/news/wp-content/uploads/2026/10/cara-jualan-online-di-wa-dengan-dicommerce.webp" alt="Cara jualan online di WA bersama Dicommerce, pelanggan checkout dan membayar tanpa keluar dari chat" class="wp-image-3937" srcset="https://www.dichat.net/news/wp-content/uploads/2026/10/cara-jualan-online-di-wa-dengan-dicommerce.webp 1000w, https://www.dichat.net/news/wp-content/uploads/2026/10/cara-jualan-online-di-wa-dengan-dicommerce-300x300.webp 300w, https://www.dichat.net/news/wp-content/uploads/2026/10/cara-jualan-online-di-wa-dengan-dicommerce-150x150.webp 150w, https://www.dichat.net/news/wp-content/uploads/2026/10/cara-jualan-online-di-wa-dengan-dicommerce-768x768.webp 768w, https://www.dichat.net/news/wp-content/uploads/2026/10/cara-jualan-online-di-wa-dengan-dicommerce-696x696.webp 696w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /><figcaption class="wp-element-caption">Katalog, checkout, pembayaran, dan resi berjalan di dalam satu chat WhatsApp.</figcaption></figure>
</div>


<p class="wp-block-paragraph">Toko tidak perlu memindahkan ribuan pelanggan sekaligus. Mulai dari sepuluh pelanggan paling setia, pelajari pola belanja mereka, lalu perluas secara bertahap.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai Official WhatsApp Business Partner di Indonesia, Dichat menghadirkan <a href="https://www.dichat.net/products/dicommerce">Dicommerce</a> untuk membantu proses ini. Pelanggan bisa melihat katalog, checkout, membayar, dan menerima resi tanpa keluar dari chat WhatsApp. Di sisi toko, pesanan, stok, dan pembayaran tercatat rapi dalam satu dashboard. Toko cukup membayar langganan tetap, bukan persentase dari omzet. Manfaat lainnya bisa Anda baca di artikel <a href="https://www.dichat.net/news/manfaat-whatsapp-business-api/">manfaat WhatsApp Business API untuk toko online</a>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mari mulai bangun kanal penjualan sendiri tanpa harus meninggalkan marketplace. Tim kami siap menunjukkan alur cara jualan online di WA yang paling pas untuk toko Anda lewat <a href="https://www.dichat.net/trial">halaman trial Dichat</a>. Tumbuh Bisnisnya, Bukan Biayanya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Pertanyaan yang Sering Ditanyakan</h2>



<div class="schema-faq wp-block-yoast-faq-block"><div class="schema-faq-section" id="faq-question-1793439130525"><strong class="schema-faq-question"><strong>Kenapa seller perlu kanal penjualan di luar marketplace?</strong></strong> <p class="schema-faq-answer">Marketplace bisa mengubah biaya dan aturan kapan saja, misalnya kenaikan biaya administrasi kategori FMCG menjadi 10 persen di salah satu marketplace besar mulai Januari 2026. BPS juga mencatat risiko lain seperti akses data pelanggan yang terbatas dan delisting sepihak. Kanal sendiri memberi Anda kendali atas biaya dan data.</p> </div> <div class="schema-faq-section" id="faq-question-1793439131356"><strong class="schema-faq-question"><strong>Apakah pindah ke WhatsApp berarti harus berhenti berjualan di marketplace?</strong></strong> <p class="schema-faq-answer">Tidak harus. BPS mencatat usaha yang memakai marketplace meraih pendapatan lebih tinggi. Strategi yang lebih aman adalah memakai marketplace untuk menjangkau pembeli baru, lalu melayani pelanggan setia dan repeat order lewat WhatsApp.</p> </div> <div class="schema-faq-section" id="faq-question-1793439117438"><strong class="schema-faq-question"><strong>Apakah berjualan lewat WhatsApp membuat toko bebas pajak?</strong></strong> <p class="schema-faq-answer">Tidak. Sejak 1 Oktober 2026, empat marketplace yang ditunjuk DJP memungut PPh Pasal 22 sebesar 0,5 persen dari omzet pedagang. DJP menegaskan aturan ini hanya mengatur cara pemungutan, bukan pajak baru. Pedagang dengan omzet sampai Rp500 juta per tahun bisa bebas pungutan dengan menyerahkan surat pernyataan. Kewajiban pajak atas penghasilan toko tetap berlaku di kanal mana pun Anda berjualan.</p> </div> <div class="schema-faq-section" id="faq-question-1793439187454"><strong class="schema-faq-question"><strong>Siapa yang mendapat diskon 50 persen biaya layanan marketplace?</strong></strong> <p class="schema-faq-answer">Permen UMKM Nomor 3 Tahun 2026 mewajibkan marketplace memberi potongan biaya layanan minimal 50 persen bagi usaha mikro dan kecil yang hanya menjual produk dalam negeri. Seller harus mendaftar dan lolos verifikasi lewat SAPA UMKM lebih dulu. Usaha kecil berarti penjualan tahunan maksimal Rp15 miliar, jadi seller menengah dan besar tidak termasuk.</p> </div> </div>
<p>The post <a href="https://www.dichat.net/news/cara-jualan-online-di-wa/">Cara Pindah dari Marketplace ke WhatsApp Tanpa Kehilangan Pelanggan</a> appeared first on <a href="https://www.dichat.net/news">chat commerce untuk seller marketplace</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.dichat.net/news/cara-jualan-online-di-wa/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
